Jumat, 03 Juni 2016

Teks Ulasan Teater "Heart of Almond Jelly"

PENDAHULUAN         
JUDUL               : HEART OF ALMOND JELLY    
NASKAH           : Wishing Chong
SUTRADARA   : Maudy Widintya
GENRE              : Drama
PEMAIN            : Fahrudin Ali dan Hanna Rosianan
HARI                  : Jum’at, 8 April 2016
TEMPAT            : Gedung Geugeut Winda (PKM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
WAKTU             : 13.30 – 16.00


SINOPSIS
Heart of Almond Jelly, bercerita tentang perpisahan Sayoko  dan Tatshuro pada malam Natal di salah satu ruangan rumah sayoko. Mereka berdua telah hidup bersama selama 7 tahun, dan akhirnya memutuskan untuk berpisah. Banyak hal yang membuat mereka memutuskan untuk berpisah, seperti Sayoko yang tidak mampu melakukan hubungan suami-istri pasca keguguran dan trauma dari masa lalu dari keluarganya yang ‘broken home’, sementara Tatshuro yang sudah tidak memiliki pekerjaan.
Dalam kehidupan rumah tangga Sayako dan Tatshuro ini tidak berjalan begitu harmonis, banyak hal yang mereka perdebatkan, seperti hubungan Sayako dengan orang tuanya yang tidak akur pasca orang tuanya berpisah, Sayako yang bekerja diluar rumah sedangkan Tatshuro mengurus keperluan rumah tangga, dan Tatshuro yang pernah berselingkuh karena depresi tidak mendapat pekerjaan. Namun dibalik perdebatan ini, mereka pun menjadi saling mengenali satu sama lain, seperti kebiasaan, kesukaan, bahkan kenangan-kenangan selama mereka bersama turut dibicarakan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri rumah tangga ini, dan berpelukan di malam natal sebelum akhirnya berpisah.

ULASAN

ORIENTASI
            Heart of Almond Jelly merupakan drama karya Wishing Chong yang berlatarkan sebuah rumah di Jepang pada malam natal. Drama ini menceritakan tentang perpisahan sepasang suami-istri yaitu Tatshuro dan Sayoko yang telah hidup bersama selama 7 tahun. Dalam drama ini dijelaskan alasan-alasan mengapa mereka memutuskan untuk berpisah, dan diakhiri dengan adegan berpelukan sebelum akhirnya mereka berpisah.

TAFSIRAN ISI
            Heart of Almond Jelly, diawali dengan kehidupan Tatshuro dan Sayako disebuah rumah di Jepang. Tatshuro diceritakan berwatak rajin mengerjakan berbagai urusan rumah tangga seperti membersihkan rumah dan berbelanja, dan suka pergi pada malam hari. Sedangkan Sayako berwatak suka menunda pekerjaan, namun rajin bekerja diluar untuk menghidupi kehidupannya dan suaminya. Drama ini sukses menyedot emosi para penonton. Penonton dibuat terfokus pada konflik suami-istri ini. Drama ini hanya terfokus pada dialog antara tokoh Tatshuro dan Sayako, yang berisikan berbagai macam konflik rumah tangga yang mulai terkuak.
            Dalam bagian klimaks drama ini tampak tokoh Tatshuro yang membawa sekotak Almond Jelly yang mempunyai kenangan antara Ia dengan Sayako, adegan ini berhasil meredam suasana tegang para penonton akibat pertengkaran suami-istri ini. Dan di akhiri dengan adegan mereka berpelukan pun memberikan kesan suasana sedih, terharu dalam diri penonton.
Para pemain berhasil dalam memainkan tokoh ini, terlihat dari penjiwaan para tokoh saat melakukan adegan pertengkaran, lalu suasana tokoh saat mereda, dan saat mereka mulai saling mengenang satu sama lain.

EVALUASI
            Drama “Heart of Almond Jelly” ini mengandung konflik yang sangat kuat, terlihat dari para pemain yang menjiwai dalam memainkan peran di drama ini. Konflik yang lumayan rumit dalam drama ini membuat kualitas drama ini sangat baik, dan cocok untuk di tonton untuk memberi banyak inspirasi. Konflik yang disampaikan dalam drama ini sangat natural, seperti konflik dalam kehidupan rumah tangga yang sebenarnya.
            Kekurangan dari drama ini, drama ini berlatarkan kehidupan Jepang, namun ketika ditampilkan di Indonesia, adaptasinya kurang terlihat, sehingga penonton akan kebingungan di awal cerita.

RANGKUMAN
Perpisahan Sayoko  dan Tatshuro pada malam Natal di salah satu ruangan rumah sayoko. Mereka berdua telah hidup bersama selama 7 tahun, dan akhirnya memutuskan untuk berpisah.
Dalam kehidupan rumah tangga Sayako dan Tatshuro ini tidak berjalan begitu harmonis, banyak hal yang mereka perdebatkan. Namun dibalik perdebatan ini, mereka pun menjadi saling mengenali satu sama lain, seperti kebiasaan, kesukaan, bahkan kenangan-kenangan selama mereka bersama turut dibicarakan.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri rumah tangga ini, dan berpelukan di malam natal sebelum akhirnya berpisah.

Rabu, 01 Juni 2016

Prakarya dan Kewirausahaan


A.    Proses Produksi Pembenihan Ikan Lele

1.     Bahan Pendukung Pembenihan Ikan Lele
Bahan yang digunakan dalam pembenihan ikan lele bergantung pada proses pembenihan, yaitu persiapan sarana dan prasarana (media pemijahan indukan), pemeliharaan induk, pemijahan/pembenihan, penetasan telur, dan pemeliharaan larva dan benih.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2enXSv0Zk83iqtJrfPKuYFlJ-8n8bn3jhyphenhyphengUmw6j8lOHqvMJNzhZ-3ez3s8_osDo6LurFO5PExI_uP88bxIbWZDRvGn0GwrzFXyg1KNbP3I8DQLa03s68BtS1_4hGH9SvbR11K1nMtkc/s1600/pembenihan+ikan+lele.PNG

Induk ikan lele dan pakan merupakan bahan yang paling perlu diperhatikan agar proses produksi dapat berlangsung dengan baik. Beberapa persyaratan dalam memilih bahan (induk ikan, pakan ikan, dan lain-lain) diantaranya:
a.    Ikan yang dipilih sebaiknya yang mudah dipelihara, atau jika usaha tersebut adalah pembenihan ikan, sebaiknya ikan yang dipilih adalah jenis yang mudah dalam pemijahan, serta diharapkan dalam pelaksanaannya cukup menggunakan peralatan yang sederhana sehingga biaya produksi lebih ringan.
b.    Bahan baku yang disediakan harus berkualitas karena untuk memperoleh suatu produksi yang baik, dibutuhkan bahan baku yang baik pula.
c.    Bahan baku yang disediakan hendaknya yang mudah didapatkan di sekitar tempat usaha, agar proses produksi tidak terhambat.
d.    Bahan baku yang tersediah hendaknya yang relatif murah.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNZqf6soa4xliWwv1I84RcdAyKMRoptCgVBNJdixUX-R6Qcun_2JTZl_5HYB79WrtO168xmxdlWJyjs0O08z8DFvaf5OE8ivOhfk0_LrslVQQMAoxwBxYAmr7cF43Akxg6_bExmdBrLd8/s1600/%2528a+.+Tabung+oksigen%252C+b.+pompa+listrik+atau+aerator%2529.PNG
a = tabung oksigen , b = pompa listrik/aeratora

2.     Alat Pendukung Pembenihan Ikan Lele
Peralatan yang digunakan dalam proses pembenihan ikan lele diantaranya:
a.    Peralatan pengadaan air bersih seperti pompa air atau pompa celup.
b.    Peralatan pengukuran kualitas air seperti DO meter, pH-paper Universal, konduktiviti meter, termometer, dll.
c.    Peralatan dalam proses pemijahan ikan lele seperti kakaban.
d.    Peralatan dalam pendederan benih ikan lele seperti blower atau aerator (untuk suplai oksigen).
e.    Peralatan pemanenan atau penyortiran benih ikan lele seperti seser.
f.     Peralatan pengemasan benih ikan lele seperti plastik, styrofoam, dan tabung oksigen.

3.     Proses Pembenihan Ikan Lele
a.      Proses Pembenihan Ikan Lele
Pembenihan adalah suatu tahap kegiatan dalam budidaya yang sangat menentukan tahap kegiatan selanjutnya yaitu pembesaran. Berikut merupakan diagram alir proses produksi pembenihan ikan konsumsi mulai dari persiapan sarana dan prasarana sampai pemeliharaan larva dan benih.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkt9m1o5vEAoTYYr1U4irjPZpzrrbajYPyNSg3DaIib36vyLx77LxqWaQdIf5-k04VljGVEth_EGwQZ-R6tp8VsmE1Fg3DAVqrfBHdYcJMz0sAP2LcSQXZxTdaDsVrap6TG0hM5pfUKjs/s1600/Diagram+alir+proses+pembenihan+ikan.PNG
Dalam kegiatan pembenihan ikan konsumsi khususnya ikan lele, perlu diperhatikan beberapa hal agar memenuhi standar produksi yaitu seperti berikut.

1)   Persiapan sarana dan prasarana (media pemijahan indukan)
Dalam pemijahan indukan ikan, langkah utama yang harus dilakukan adalah persiapan kolam. Kolam yang digunakan dapat terbuat dari terpal, fiberglass, kolam semi permanen, dan permanen (tembok bersemen). Pastikan kolam yang akan digunakan bersih agar anakan ikan yang baru menetas tidak terkontaminasi penyakit.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMeHHqKvTAgeFPwkEyJy_vxG2EnUYnaP6t1UcdRAA7RoIB12Egrrucohz2TVFnFk-cE8H9inJCZWZcejwxXWwoawa0h3ohq98hcjSZTS4SDRiFMCtsDeDHXnD1KsVlvnzcS4O0I6VB02z_/s1600/010820122399.jpg     Description: https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2015/7/1/499628/499628_3f9c9956-27b1-4eb3-9450-5491febb1bc2.jpg
a.    Kolam terpal persegi                        b. Kolam terpal lingkaran

              Description: http://www.bibitikan.net/wp-content/uploads/2013/06/budidaya-ikan-nila-pada-kolam-tanah.jpg
c.      Kolam alami


2)   Pemeliharaan Induk
Pemeliharaan Induk bertujuan untuk menumbuhkan dan mematangkan gonad (sel telur dan sperma). Penumbuhan dan pematangan dapat dipacu dengan pendekatan pengendalian kondisi lingkungan, pakan berkualitas, dan hormonal. Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk jantan dan betina terlihat mulai berpasang-pasangan dan kejar-kejaran.

a)        Ciri-ciri Induk Lele Jantan
(1)     Kepalanya lebih kecil dari pada kepala induk lele betina.
(2)     Warna kulit dada agak tua jika dibandingkan dengan kulit dada induk lele betina.
(3)     Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak dibelakang anus, dan warna kemerahan.
(4)     Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).
(5)     Perutnya lebih langsing dan kenyal jika dibandingkan dengan perut induk lele betina.
(6)     Kulit lebih halus dibandingkan dengan kulit induk lele betina.

b)        Ciri-ciri Induk Lele Betina
(1)     Kepalanya lebih besar dibandingkan dengan kepala induk lele jantan.
(2)     Warna kulit dada agak terang.
(3)     Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar, dan terletak dibelakang anus.
(4)     Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
(5)     Perutnya lebih besar dan lunak.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO_B8TMRQpRfR_HB5c-8TXiRVhAaryqpEmAVyCQgZi5JV-_XVkGM63K0eLkL7Z0HUzC1LNkE-t6liUvquwqaxBPKjXGRl7dkD72Jr8Fw4GpdEVPPxo_nflTCYZddb_W9F5pD9_HBup3sI/s1600/Cara-Membedakan-Lele-Jantan-dan-Betina.jpg

c)        Syarat Induk Lele yang Baik
(1)     Kulit induk lele betina lebih kasar dibandingkan dengan kulit induk lele jantan.
(2)     Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.
(3)     Berat badannya berkisar antara 100 – 200 gr, bergantung pada kesuburan badan dengan ukuran panjang 20 – 25 cm.
(4)     Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.
(5)     Umur induk jantan >7 bulan, sedangkan induk betina berumur >1 tahun.
(6)     Frekuensi pemijahan bisa satu bulan sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya mengandung protein yang cukup.

3)      Pemijahan/Pembenihan
Pemijahan/Pembenihan adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Telur dihasilkan oleh induk betina dan sperma dihasilkan oleh induk jantan. Induk betina yang telah matang gonad berarti siap melakukan pemijahan. Proses pemijahan/pembenihan dapat berlangsung secara alami dan buatan.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr7QX4s8A-31os2J_hGpOp6JtlMZyZ_dVDe6FGZL0XwB5dzDINc6seHRh1ENBXARdqnmuU_ZYFzAERfWG2cQRhZrZ1kfkLHX9Z1K928QvnQSGP2ltNwueuOrfskPVNevAmF7KL_MmdI3k/s1600/proses+pemijahan+lele.PNG

a)   Pembenihan Alami
Pembenihan alami dilakukan dengan cara menyiapkan induk betina sebanyak 2 kali jumlah sarang yang tersedia dan induk jantan sebanyak jumlah sarang atau satu pasang per sarang. Tata caranya sebagai berikut.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9PDzclznOu9c5rnGfMqoZbsaiAmBreFdt7cmDcqnd26UNWAXrZjbT-qTdy16g61L1i0zdwA352B4SUS0Uc3l25veKImD4pqT8S3ejyG-4dvcY2nsrJR7g0nl5b_8Jzvx12C6xF1wuLT4/s1600/pembenihan+lele+alami.PNG
b)   Pembenihan Buatan

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD_m8KleUOr3GiFOT6XMXB9Qsvj7JATxlJY1qYFBUP26qul2oibIUl70CgApsVOxLjw3th4w6YaPa5Ki6u60ULlVEGTAaeIpDXcUmRY98OSu03_qIkclgdUB2eDSw87res0W6LwCggWKU/s1600/pembenihan+buatan+lele.PNG

4)      Penetasan Telur
Penetasan telur bertujuan untuk mendapatkan larva. Telur hasil pemijahan diambil dari bak pemijahan, kemudian diinkubasi dalam media penetasan/wadah khusus (wadah penetasan). Wadah ini berbentuk bak, tangki, akuarium, dan kolam atau ember berukuran besar.

5)      Pemeliharaan Larva dan Benih
Pemeliharaan larva merupakan kegiatan yang paling menentukan keberhasilan usaha pembenihan karena sifat larva merupakan stadium paling kritis dalam siklus hidup biota budidaya, termasuk tahapan yang cukup sulit.

B.     Pengemasan Ikan Konsumsi

Ada dua metode pengemasan yang biasa dilakukan untuk transportasi benih ikan agar dapat hidup sampai tujuan, yaitu metode tertutup dan terbuka.

1.       Metode Tertutup
Pengemasan sistem tertutup yaitu pengemasan ikan hidup dengan menggunakan tempat atau wadah tertutup, udara dari luar tidak dapat masuk ke dalam media tersebut. Pengemasan dengan metode ini dapat dilakukan pada pengangkutan jarak jauh dalam waktu relatif lama. Alat pengangkut dapat menggunakan kantong plastik yang diberi media air dan oksigen. Teknik pengemasan sistem tertutup dilakukan dengan cara:
a)      Menyiapkan kantong plastik polietilen
b)      Mengisi kantong plastik dengan air bersih dan benih ikan
c)      Kemudian mengeluarkan dari kantong plastik dengan tujuan untuk menghilangkan karbon dioksida, dan dilanjutkan memasukkan oksigen dari tabung ke dalam plastik sampai volume udara 1/31/4 bagian
d)      Setelah pengisian oksigen, mulut kemasan diikat secara rapat dengan karet gelang
e)      Plastik berisi benih ikan yang sudah siap, kemudian dimasukkan dalam sterofoam sehingga tidak mudah pecah dan mudah diangkut.

Description: http://marisukses.com/wp-content/uploads/images-27.jpg              Description: http://www.nabilafarm.com/wp-content/uploads/2015/04/6.pengemasan-benih.jpg
  a = pemberian oksigen dalam                    b = pengemasan menggunakan
        kemasan plastik                                          sterofoam

Terdapat kelebihan dan kekurangan dari metode pengemasan tertutup.
Kelebihannya antara lain :
a)      Media air tahan terhadap guncangan selama pengangkutan
b)      Dapat dilakukan untuk pengangkutan jarak jauh (dengan pesawat terbang)
c)      Memudahkan penataan dalam pemanfaatan ruang selama pengangkutan

Kekurangannya antara lain :
a)      Media air tidak dapat bersentuhan dengan udara langsung (tidak ada difusi oksigen dari udara) sehingga tidak ada suplai oksigen tambahan
b)      Tidak dapat dilakukan pergantian air
c)      Memerlukan kecermatan dalam memperhitungkan kebutuhan oksigen dengan lama waktu pengangkutan.

2.       Metode Terbuka
Pengemasan dengan metode terbuka, yaitu pengemasan ikan hidup yang diangkut dengan wadah atau tempat yang menggunakan media air yang masih dapat berhubungan dengan udara bebas. Pengemasan metode terbuka dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat yang tidak memerlukan waktu lama. Alat pengangkut berupa drum, plastik, peti berinsulator, dll. Setiap wadah dapat diisi air bersih ± 15 liter untuk mengangkut sekitar 5.000 ekor benih ukuran 3-5 cm (disesuaikan dan bergantung pada alat pengangkut). Pengemasan metode terbuka dilakukan dengan cara memuasakan benih ikan terlebih dahulu agar laju metabolisme dan ekskresinya dapat berkurang pada saat pengangkutan sehingga air tidak keruh oleh kotoran ikan (untuk pengangkutan >5 jam). Tahapan pengemasan ikan selama transportasi, yaitu :
a)      Siapkan wadah
b)      Masukkan air dan benih ke dalam wadah
c)      Berikan peneduh diatas wadah agar benih ikan tidak mengalami stres pada temperatur tinggi.
d)      Jumlah padat penebaran bergantung pada ukuran benih dengan ukuran 10 cm dapat diangkut dengan kepadatan maksimal 10.000/m3 atau 10 ekor/L
e)      Setiap 4 jam sekali, ganti semua air di tempat yang teduh

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirT72AQmrHU8nn9ChaBDatRzlz1sRCdq3dFZCP8n1M3K0qdtyJT-NUyW0FckGeDSLnw3GhBwsaGzfCFIQ3d8l7-CcZYgKUqrqASMcM5G5OrL03zudxu-x73MO9pSKy1qlbbsdv4me6Rpg/s1600/penyortiran+benih+dan+pengiriman+benih.PNG
a                                           b                                          c    
(a = penyortiran benih, b = drum penyimpanan benih, c = truk pengiriman benih)          
Terdapat kelebihan dan kekurangan dari metode pengemasan terbuka.
Kelebihannya antara lain :
a)        Difusi oksigen melalui udara ke media air masih dapat berlangsung
b)        Dapat dilakukan penambahan oksigen melalui aerator
c)        Dapat dilakukan pergantian air sebagian selama perjalanan
Kekurangannya antara lain :
a)        Dapat menimbulkan stres pada ikan
b)        Tidak dapat dilakukan untuk pengiriman menggunakan pesawat terbang

c)        Metode ini sangat cocok untuk pengiriman ikan ukuran konsumsi melalui darat/laut.

Rabu, 16 Maret 2016

Seputar Dunia Biologi


Mollusca (Hewan Bertubuh Lunak)


Mollusca (dari bahasa Latin: molluscus = lunak) merupaka hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak.


A.            Ciri-ciri Mollusca:

·      Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.
·      Habitatnya di air maupun darat
·      Merupakan hewan triploblastik selomata.
·      Struktur tubuhnya simetri bilateral.
·      Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
·      Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
·      Organ ekskresi berupa nefridia
·      Memiliki radula (lidah bergigi)
·      Hidup secara heterotrof
·      Reproduksi secara seksual


B.             Ciri tubuh Mollusca
     
Molusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu:

·         Kaki : merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian  Ventral tubuh yang berotot
·         Massa Viseral : bagian tubuh yang lunak dari mollusca
·         Mantel : jaringan tebal yang melindungi massa viseral. Mantel membentuk suatu rongga yang disebut rongga mantel.


1.        Sitem Syaraf : mollusca terdiri atas tiga pasang ganglion yaitu ganglion cerebral, ganglion visceral dan ganglion pedal. Sistem syaraf mollusca terdiri dari cincin syaraf yang mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang menyebar.
               
2.        Sistem Transportasi : Peredaran darah terbuka ini terjadi pada semua   kelas Mollusca kecuali kelas Cephalopoda.

3.        Sistem Pencernaan : mollusca sudah terbilang lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.

4.       Sistem Respirasi : Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang. Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang.

5.        Sistem Ekskresi : Organ ekskresinya berupa sepasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.

6.        Sistem Transportasi : Peredaran darah terbuka ini terjadi pada semua   kelas Mollusca kecuali kelas Cephalopoda

7.        Sistem Reproduksi : Mollusca bereproduksi secara seksual. pada umumnya organ reproduksi jantan dan betina pada umumnya terpisah pada individu lain (gonokoris).


C.             Cara Hidup Mollusca

   Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain. Misalnya ganggan, ikan, ataupun mollusca lainnya.

D.            Habitat Mollusca

   Mollusca hidup di air maupun di darat. Mollusca yang hidup di air contohnya sotong dan gurita. Sedangkan yang hidup di darat contohnya Siput



E.             KLASIFIKASI MOLLUSCA

    Mollusca diklasifikasikan menjadi 5 kelas, yaitu:

1.    Amphineura
2.    Scaphopoda
3.    Gastropoda
4.    Pelecypoda
5.    Cephalopoda


1.  Amphineura / Polyplacophora

Polyplacophora merupakan satu dari lima kelas dalam filum mollusca. Polyplacophora memiliki bentuk bulat telur, pipih, dan simetri bilateral. Mulut terletak di bagian anterior tetapi tidak berkembang dengan baik. Sedangkan anusnya berada di bagian posterior. Polyplacophora tidak memiliki tentakel dan mata.

a.    Ciri Khusus Amphineura :
·       Hidup di laut dekat pantai atau di pantai.
·       Tubuhnya bilateral simetri, dengan kaki di bagian perut (ventral) memanjang.
·       Ruang mantel dengan permukaan dorsal, tertutup oleh 8 papan berkapur.
·       Permukaan lateral mengandung banyak insang
·       Hewan ini bersifat hermafrodit
·       Fertilisasi eksternal (pertemuan sel teur dan sperma terjadi di luar tubuh).

b.   Sistem Pencernaan Amphineura
dimualai dari mulut yang dilengkapi radula dan gigi – faring – perut – usus halus – anus. Kelenjar pencernaannya adalah hati yang berhubungan dengan perut.


c.    Sistem Peredaran Darah
System peredaran darah System peredaran darah lakunair (terbuka) terdiri dari jantung, aorta, dan sebuah sinus. Darah mendapat oksigen dari insang.

d.   Sistem Ekskresi
System ekskresi Ekskresi dilakukan oleh sepasang ginjal yang bermuara kearah posterior.

e.    Sistem Reproduksi
Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma.

f.     Habitat
Semua anggota kelas Amphineura hidup di laut dan pada umumnya melekat pada dasar perairan.

Contoh Hewan:

Chitton sp

  
Kingdom: Animalia
              Filum   : Mollusca
              Kelas   : Amphineura
              Ordo   : Polyplacophora
              Famili   : Chitondae
              Genus   : Chiton
              Spesies   : Chiton sp

Ciri Khusus
·         Bentuk tubuh elips,
·         Kaki berotot, diantara kaki dan mantel di permukaan ventral ada alur yang dangkal disebut alur pallial dan pada alur itu terdapat 6-80 pasang insang yang panjang.
·         Bagian mereduksi tidak punya mata dan tentakel. Dalam mulut punya alat untuk  memarut disebut radula dengan deretan gigi yang banyak.
·         Jantung terletak disporior, terdiri dua atrium dan satu ventrikel.
·         Ekskresi: nephridia
·         Beberapa chiton punya titik yang kecil/mata di dalam epidermis pada lembaran
·         Jenis kelamin terpisah, telurnya banyak, fertilisasi eksternal.


2.  Scapopoda

Scaphopoda hidup di laut atu di pantai, memiliki cangkang yang tajam, berbentuk seperti terompet, memiliki kaki kecil, di kepalanya terdapat beberapa tentakel, dan tidak memiliki insang. 

a.    Ciri khusus:
      Tubuh ramping, memanjang dorsoventral, diselubungi oleh mantel.
      Panjang tubuhnya biasanya 2,5-5 cm. Ada yang hanya 4 mm, tapi ada pula yang panjangnya 25 cm.
      Memiliki cangkang
      Cangkangnya terbuka pada kedua ujungnya, berbentuk silinder, dan biasanya berwarna putih/kekuningan.
      Dekat mulut terdapat tentakel kontraktif bersilia disebut captula dengan ujung yang menjulur, yaitu alat peraba.
      Kaki muncul dari ujung cangkang yang besar.
      Sirkulasi air untuk pernafasan digerakkan oleh gerakan kaki dan silia, sementara itu pertukaran gas terjadi di mantel.
      Hewan ini memiliki Kelamin terpisah.

                     

b.   Reproduksi
Bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain.

c.    Respirasi
Dentalium vulgare tidak memiliki kepala dan ingsang oleh karena itu Sistem pernapasannya di bantu oleh mantel.

d.   Habitat
Hidup dan membenamkan diri pada substrat pasir atau lumpur yang bersih di laut dangkal, beberapa spesies terdapat pada kedalaman 1.850 m.

Contoh Hewan :

Siput Gading (Dentalium Vulgare)

            
            Kingdom: Animalia
            Phylum   : Moluska
            Class   : Scaphopoda
            Spesies   : Dentalium vulgare

Ciri khusus Siput Gading
      Memiliki cangkang berbentuk gading
      Ujung cangkang terdapat lubang atau mantel


3.  Gastropoda

Gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu gaster yang berarti perut dan podos yang berarti kaki. Jadi Gastropoda berarti hewan bertubuh lunak yang berjalan dengan menggunakan perutnya.

a.    Ciri Khusus Gastropoda:
      Habitatnya di laut, air tawar, atau daratan yang lembap.
      Bersifat herbivor.
      Tubuhnya terbagi atas : kepala, leher, kaki, dan alat-alat dalam (viseral).
      Pada kepala terdapat sepasang tentakel pendek sebagai alat pembau dan sepasang tentakel panjang sebagai alat penglihat.
      Di bawah kepala terdapat kelenjar mukosa.
      Kakinya lebar pipih dan selalu basah.
      Kaki sebenarnya merupakan perut yang tersusun oleh otot yang sangat kuat dan dapat bergerak bergelombang.
      Memiliki cangkang tunggal, ganda, atau tanpa cangkang.
      Cangkang umumnya spiral asimetri.
      Pada keadaan bahaya, cangkang ditutup oleh epifragma.

Contoh Hewan :

Siput Air Tawar

              Kerajaan : Animalia
              Filum : Mollusca
              Kelas : Gastropoda
              Ordo  : Pulmonata
              Famili  : Helicidae
              Genus  : Helix
              Spesies  : Helxi promatia

Ciri Khusus Siput Air Tawar
      Habitatnya di air tawar
      Bentuk cangkangnya bulat spiral dengan ukuran yang cukup besar
      Tekstur cangkang agak kasar
      Bagian tubuhnya terdiri dari kepala, leher, dan kaki.
      Terdapat sepasang tentakel yang panjang dan yang pendek.


4.  Pelecypoda (Bilvalvia)

Nama Pelecypoda berasal dari bahasa latin pelekys yang berarti kapak dan podos berarti kaki, jadi Pelecypoda berarti hewan yang memiliki bentuk kaki seperti kapak yang terletak dibagian anterior.
Bivalvia (bi berarti dua, valve berarti klep), artinya hewan bercangkang yang terdiri atas dua bagian.

a.    Ciri Khusus Pelecypoda :
      Habitatnya hidup di Laut dan air tawar
      Cara hidup meliang, menempel, mengebor

b.   Struktur Tubuh
Tubuhnya bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras. Bagian cangkang terdiri atas bagian torsal dan bagian ventral.
          Pada bagian torsal terdapat:
Ø Gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup serta meluruska kedua katup.
Ø Ligament sendi, berfungsi menyatukan katup bagian dorsaldan memisahkan katup sebelah vertal.
Ø Umbo, tonjolan cangkang di bagian dorsal.

c.    Reproduksi

                   

Contoh Hewan:

Tridagna Gigas (Kima) 

              Kerajaan : Animalia
              Filum  : Mollusca
              Kelas  : Bivalvia
              Ordo  : Veneroida
              Famili  : Tridacnidae
              Genus  : Tridacna


5.  Cephalopoda

Diambil dari bahasa latin cephalus (kepala) dan poda (kaki) — berarti "kaki di kepala" — diambil dari ciri khas hewan ini yang memiliki tentakel di sekitar kepalanya

a.    Ciri Khusus Cephalopoda
      Alat geraknya terdapat di bagian kepala
      Tidak mempunyai rangka luar / cangkok kecualo Nautilus
      Rangka dalamnya ada yang disusun oleh zat kapur, bentuknya pipih dan berwarna putih bersih
      Tubuhnya terdiri dari 2 bagian, kepala dan badan yang dihubungkan oleh leher.

b.   Struktur Tubuh
      Faring : bagian depan kerongkongan berfungsi untuk mengisap makanan dari  mulut dan membasahinya dengan lendir.
      Mulut : tempat masuknya makanan.
      Mata : sebaga alat penglihatan
      Tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat penagkap mangsa.
      Anus : mengeluarkan sisa metabolisme.
      Hati : mengambil sari-sari makanan dalam darah dan sebagai tempat penghasil empedu.
      Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rongga mulut dan lambung.
      Insang : sebagai organ pernapasan.
      Lambung : sebagai bagian dari organ pencernaan.
      Cangkang dalam : sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam.
      Ovarium : penghasil sel telur.Rektum : sebagai bagian usus belakang yang membuka ke anus.
      Kantung tinta : kantung selaput yang terdapat pada cumi,yang mengandung tinta. Tinta akan di semprotkan bila cumi merasa terganggu akan kedatangan / beretemu pemangsa/predator.

c.    Sistem pernafasan
Terjadi pertukaran H2O dalam rongga mantel yang dilakukan oleh insang.

d.   Sistem Pencernaan
Terdiri atas: mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus buntu, usus dan anus. Juga dilengkapi dengan kelenjar pencernaan yaitu kelenjar ludah, hati dan pankreas. Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya.

e.    Sistem Peredaran Darah
Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup, jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah. 

f.     Reproduksi Cephalopoda
Berproduksi secara sexual. Cumi-cumi betina mengeluarkan banyak benang telur ke dalam air. Cumi-cumi jantan mengeluarkan sperma.

Contoh Hewan :

Loligo Pealei

            Kingdom: Animalia
            Phylum  : Mollusca
            Kelas  : Cephalopoda
            Ordo  : Teuthida
            Famili  : Loliginidae
            Genus  : Doryteuthis
            Subgenus : Amerigo
            Species  : D. pealeii
Ciri Khusus Loligo Pealei
      Tubuhnya panjang dan meruncing
      Memilik 8 lengan dan 2 tentakel panjang
      Memiliki sepasang sirip dibagian dekat ujung ekornya
      Bergerak dengan cara berenang
      Makan dengan cara mencabik dan menelan potongan daging mangsanya
      Hanya bisa mengubah warna kulitnya
      Memiliki cangkang dalam berbentuk tangkai